Sejarah Musik Akapela. Dalam sejarahnya, akapela muncul pertama kali di Italia sekitar abad ke-15. Pada pertengahan 1600-an, secara original musik ini digunakan untuk mencirikan karya-karya yang sudah dibuat dalam bentuk polifoni pada zaman renaisans. Pada masa itu, musik akapela banyak ditampilkan di gereja-gereja. Pertunjukan musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh manusia. Karena musik memiliki jiwa, hati, pikiran, dan kerangka sebagai penyangga tubuh layaknya seorang manusia, pertunjukan musik sebagai salah satu budaya dari manusia yang lahir dari perasaan Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal muasalnya berfungsi sebagai media informasi. Kemudian, oleh warga Banten, bedug tersebut digunakan sebagai alat musik dalam perayaan "rampak bedug". Seni musik merupakan aktivitas seni yang dapat didengar, dinikmati, dan dirasakan melalui sebuah penyajian musik, baik dalam berolah vokal maupun permainan instrumen musik. Meskipun sifatnya relatif, segala bentuk karya musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan nilai-nilai estetika seni. Seni yang tidak indah, tidak akan berguna dan tidak akan banyak orang yang memperhatikannya, sehingga seni yang jelek tersebut lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Sesuai dengan program kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 1 Pringsewu masa bakti 2015 / 2016, kami bermaksud menyelenggarakan Pentas Seni (PENSI). Terdapat ikhtilaf atau perbedaan pendapat ulama mengenai hukum musik, bernyanyi, dan seni. Ini sejatinya merupakan persoalan ijtihâdiyah, yakni masalah dalam ranah ijtihad ( fî majâl al-ijtihâd ), dalam arti tidak jumȗd (kaku), melainkan terbuka lebar bagi penafsiran (interpretasi). Hal ini karena tidak ada nas yang secara qath'i (pasti Y2oT.

makalah pertunjukan musik dalam permainan musik