PengertianBNIB, Brand New In Box dan Pahami Istilahnya Sebelum Beli Barang! July 15, 2022. Dalam transaksi jual beli barang, seringkali kita mendengar istilah BNIB atau Brand New In Box. Istilah BNIB ini cukup familiar dalam jual beli, khususnya transaksi yang terjadi di e-commerce. Biasanya istilah BNIB dicantumkan di dalam deskripsi produk.
Musikini sejatinya sudah ada sejak tahun 1950-an dengan ciri khas kualitas suara tidak halus dan adanya noise. Kurang lebih hasilnya sama seperti suara yang kita dengarkan saat kita sedang menelepon. Layaknya tren pakaian yang berputar, musik Lo-Fi juga terangkat karena faktor bosan dari penikmat musik akan tren yang itu-itu saja.
Janganlupa gunakan data yang nyata agar bisa membantu argumen yang ingin kamu sampaikan. 4. Tuangkan Argumenmu ke Dalam Isi. Dengan topik dan juga outline yang sudah disusun dengan baik, ditambah dengan berbagai materi yang sudah dikumpulkan, kini saatnya kamu menulis isi yang akan menjadi poin penting dari esai yang kamu tulis.
Iniakan menjadi kesempatan dan waktu kamu sebagai lulusan profesional yang mengabdi dengan baik, bijak, dan adil. Sebelum jadi mahasiswa fakultas dan mengetahui apa saja yang dipelajari di jurusan Ilmu Hukum, yuk pahami dulu seluk beluk bidang tersebut! FYI, jurusan ini sejak dulu selalu termasuk sebagai salah satu incaran banyak pelajar.
Apayang sudah kamu pahami dgn baik? belajar Apa yang belum kamu pahami? 13 Apa yang akan kamu lakukan agar lebih paham?belajar. Jawaban: penjaskes. bola voli, sepak bola, basket,dll. sepak takraw dan softball. membaca buku penjaskes, mencari di internet, dll. Sekian tanya-jawab mengenai Apa yang kamu pelajari hari ini? penjaskes Apa yang sudah
Berikutbeberapa jenis risiko yang harus pahami dalam investasi: 1. Risiko Inflasi. Risiko inflasi adalah risiko investasi yang harus kamu hadapi karena inflasi terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga nilai aset dan investasi kamu mungkin saja akan mengalami penurunan.
WLo88z. Artikel ini akan membahas tentang 5 cara yang dapat kamu terapkan agar mampu memahami teks bahasa Inggris dengan cepat. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak pemaparan di bawah ini! — Memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi mereka yang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini salah satunya dilatarbelakangi oleh fakta bahwa setiap teks berbahasa Inggris memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda untuk dikuasai. Nah, proses memahami teks berbahasa Inggris dengan tingkat kerumitan tinggilah yang cenderung menghabiskan banyak waktu dan energi pembaca. However, please note that you can’t blame the writer for it. Most of the time, tenggelamnya pembaca dalam sebuah teks yang panjang dan rumit seringkali disebabkan oleh ketiadaan strategi yang cukup baik untuk melawan tantangan. Apalagi misalnya kalau ngerjain dalam tes. Mau tes TOEFL, IELTS, bahkan ujian UTBK. Bisa-bisa makin stres dikejar waktu yang terbatas tapi juga susah buat ngerti teks yang kamu baca. Selain itu, teks bahasa Inggris cukup banyak, ada recount text, narrative text, spoof text, ada juga review text. ut, from now on, you won’t have to feel drowned anymore. Curious why? Jawabannya adalah karena penulis sudah memikirkan lima cara yang kamu dapat terapkan lengkap dengan contohnya, agar membantu kamu untuk memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat. Ingin mengetahui cara-cara brilian yang dapat kamu terapkan? Yuk, perhatikan baik-baik beberapa cara berikut ini! 1. Temukanlah Waktu Membaca Terbaik Kamu Layaknya seorang penulis yang memiliki waktu terbaiknya untuk menyelesaikan sebuah novel, seorang pembaca juga memiliki waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan membaca. Hm, kenapa sih menentukan waktu membaca terbaik kita itu sangat penting? Yup, jawabannya adalah karena waktu membaca mempengaruhi tingkat kecepatan kita memahami bacaan. Begini, coba kamu bayangkan dirimu saat membaca suatu buku yang tebal di malam hari dengan mata terkantuk-kantuk? Bisakah kamu memahami apa yang sedang kamu baca dengan cepat dan akurat? Kemungkinan besar tidak, simply because you are not doing it in your prime time. By the way, keinginan untuk memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat membuat menemukan waktu membaca terbaik kamu menjadi semakin penting, loh. Mengapa demikian, ya? Tentunya karena bacaan yang ingin kamu selesaikan tidak ditulis dalam bahasa utama kamu. Dalam hal ini, tantangan terbesarnya bukanlah untuk mampu membaca teks berbahasa Inggris tetapi memahami isi bacaan tersebut lebih cepat dan akurat, dengan kata lain, lebih efektif. Sehingga, sebelum membaca, lebih baik kamu menemukan waktu membaca yang tepat. Artinya, ketahuilah bahwa dalam proses memahami teks berbahasa Inggris kamu dapat bertemu dengan kata-kata, tata bahasa, istilah, frasa yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya atau bahasa yang rumit. Nah, ketidaktahuan seperti ini terkadang bisa menghambat kamu memahami bacaan yang ingin kamu selesaikan dengan cepat. Tapi yang pasti kamu nggak usah khawatir. Sometimes, you have to look it up or else you will not be able to understand important information. Yup, doing this will definitely take a little more time. Jadi, temukanlah waktu membaca yang terbaik dan manfaatkanlah waktu tersebut dengan bijaksana. 2. Pikirkanlah Informasi yang Ingin Kamu Ketahui Before I begin, believe me that you will find the magic of implementing this one step. Pertama, penting untuk mengetahui bahwa bukannya jarang seseorang dipertemukan dengan teks panjang dalam bahasa Inggris. Hm, contohnya bisa berupa jurnal ilmiah berbahasa Inggris yang ada di luar sana. Nah, sadarkah kamu bahwa seringkali merasa kita harus membaca seluruh bacaan yang panjang dan ingin menghabiskannya demi memahami suatu materi? Well for me, I can definitely relate to that, but only until I realised that I don’t have to read everything out. So, what can I do then? You can start to plan your attack. Dalam hal ini, langkah pertama yang harus kamu mulai adalah memikirkan informasi apa yang sebenarnya ingin kamu cari. Selanjutnya, ketika belajar, kamu menemukan sebuah teks, kamu bisa membuat daftar pertanyaan yang ingin kamu temukan jawabannya dalam sebuah bacaan tersebut. Misalnya, seorang penulis mungkin memiliki keinginan untuk menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan usus manusia. Namun, jawaban yang sebenarnya hendak kamu cari adalah bagaimana usus manusia bekerja. Quote by Bruce Lee Sumber Mengetahui hal ini, kamu hanya tinggal menemukan dan membaca bagian yang yang ada di teks, yang sekiranya mengandung jawaban dari pertanyaanmu. Ada kalanya kita membaca sepintas hanya untuk mendapatkan ide utama. Juga kita tidak perlu membaca teks dengan kata perkata, tapi dengan membaca frasa demi frasa. Like I’ve said before, memahami teks dalam bahasa Inggris tidaklah sesederhana memahami teks dalam bahasa Indonesia. Artinya, pertemuan dengan kata-kata hingga istilah yang tidak kamu pahami bukanlah suatu hal yang bisa kamu hindari. Hal inilah yang telah membuat para pembaca sulit memahami teks. Nah, mengetahui informasi apa yang ingin kamu cari akan membantu kamu punya lebih banyak waktu untuk mempelajari bagian yang benar-benar perlu kamu pahami. Keterampilan yang satu ini adalah salah satu strategi membaca suatu bacaan yang sulit. Baca Juga 5 Tips Menjawab Soal TOEFL IBT Reading Section 3. Jangan Mencoba untuk Mengartikan Semua Kata Tenang, kali ini kamu bisa bernapas lega mengetahui bahwa kamu tidak perlu mengartikan setiap kata yang terkandung dalam teks berbahasa Inggris. Tahukah kamu bahwa mencoba untuk mengartikan setiap kata secara keseluruhan dalam teks berbahasa Inggris hanya akan membuatmu kelelahan? Hm, kamu pasti bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika kamu kelelahan, bukan? Yup, you might lose the chance to find the answer you’re looking for. Meskipun ya kadang merasa kita perlu untuk tahu semua arti kata dalam teks. Wait, bagaimana kalau saya tidak mampu memahami maksud dari kata tertentu dalam sebuah kalimat? Bukankah saya tidak memiliki pilihan lain selain mencari arti kata tersebut? Waduh, kalau begitu caranya kamu bisa berabe. Layaknya orang yang sudah pernah merasakan putus cinta, bahagia tanpa memiliki pasangan adalah hal yang sangat memungkinkan. Nah, kamu juga bisa loh memahami bacaan tanpa harus tanpa mengetahui arti salah satu kata yang terkandung di dalamnya, dengan demikian, kamu akan lebih cepat memahami teksnya. Needs an example? Here’s one for you! “While we elect our people’s representatives in the hope that every word they speak will be veracious, history has shown that such a hope is just too naive.” Kata yang ditebalkan adalah kata yang berpotensi menghambat kamu untuk memahami suatu kalimat. However, it doesn’t have to be like that! Artikel ini sudah menyiapkan solusinya. Pertama, cobalah untuk mengabaikan keberadaan kata veracious dan pahamilah maksud dari kalimat di atas. Yes, kamu akan menyadari bahwa kalimat di atas sedang membicarakan tentang harapan pemilih terhadap calon wakil rakyat. Kedua, perhatikan bagaimana kalimat tersebut menyatakan bahwa harapan yang dimaksud itu berhubungan dengan perkataan seorang wakil rakyat. Nah, dari situ kamu bisa mencoba untuk mengganti kata veracious dengan titik-titik yang nantinya kamu harus isi. “While we elect our people’s representatives in the hope that every word they speak will be ...” Kemudian ketiga, cobalah untuk memposisikan dirimu sebagai seorang pemilih, bukankah kamu berharap agar seorang calon wakil rakyat berkata jujur? There you have the answer then! Kalimat di atas menjelaskan bahwa pemilih berharap agar setiap kata yang diucapkan oleh calon wakil rakyat adalah yang sebenarnya. Namun, sejarah ternyata menunjukkan bahwa terlalu naif untuk berharap demikian. Guess what? You’re done! Ingat, sometimes you just have to let your imagination work. Strategi ini adalah salah satu strategi membaca untuk mengetahui ide utama suatu teks. 4. Pecah Kalimat ke dalam Beberapa Bagian Ketika membaca suatu teks berbahasa Inggris, terlebih dalam UTBK, tes TOEFL atau IELTS, sekali-kali kamu akan dipertemukan dengan kalimat yang terlihat sangat rumit untuk dipahami. Nah, suatu kalimat dapat terlihat sangat rumit untuk dipahami karena kalimat tersebut terlalu panjang atau memiliki struktur yang rumit. Yup, kalimat seperti ini tidak jarang membuat pembaca tergoda untuk berhenti mencoba memahami. Padahal, kalimat yang terlihat sangat rumit sekalipun bukannya tidak mungkin untuk dipahami, loh. A little bit of effort is needed! Jadi sebelum kamu mulai membaca keseluruhan dari isi teks tersebut, lebih baik bila kamu memecah kalimat ke dalam beberapa bagian. Ini adalah salah satu strategi membaca suatu bacaan yang rumit. Bingung bagaimana cara melakukannya? Misalnya kamu membaca Original Version “Experiments illustrate that readers of ideograms, such as the Japanese, develop a mental circuitry for reading that is very distinct from the circuitry found in those of us whose written language employs an alphabet.” Waduh, kalimat di atas terlihat sangat sulit untuk dipahami, bukan? Tenang, sekarang ini waktunya kita memecah kalimat di atas ke dalam beberapa bagian dan memparafrasekannya. You’re right, kita akan memparafrasekannya ke bahasa Inggris yang lebih mudah untuk dipahami. Experiments illustrate that -> Studies show that Readers of ideograms -> People who read characters Such as the Japanese -> Japanese people are an example of ideogram readers Develop a mental circuitry for reading -> Create paths in their brains when they read That is very distinct from the circuitry -> Which are not like the paths Found in those of us whose written language employs an alphabet -> Found in people who use an alphabet Simplified Version “Studies show that people who read characters instead of an alphabet like Japanese people, for example have very different brain paths for reading than those people who do use an alphabet.” Sekarang kamu bisa melihat penggalan teks sebelumnya menjadi lebih sederhana, kan? Dengan melakukan ini, pesan yang terkandung dalam sebuah teks akan kamu dapatkan, meski tidak membaca keseluruhan isinya. Kamu dapat memahami isi bacaan melalui kata-kata yang sudah disederhanakan. Kalau kamu lakukan ini terus menerus, nggak cuma kemampuan membaca kamu meningkat, tapi juga kemampuan bahasa Inggris juga turut membaik. Keterampilan yang satu ini sebenarnya menajamkan kemampuan menganalisis suatu kalimat. Baca Juga Tips Menghadapi IELTS Reading Test 5. Tulislah Kembali Informasi yang Kamu Temukan Secara Ringkas Finally, kamu akhirnya sampai di titik dimana kamu telah memahami beberapa arti kalimat teks yang sudah kamu baca. Wah, berarti saya sudah bisa pergi bermain video game, dong? Eits, jangan kabur dulu dong, sobat! Masih ada satu langkah terakhir yang perlu kamu lakukan, yaitu membuat ringkasanmu sendiri. Hm, kamu ingat nggak sih akan daftar pertanyaan yang ingin kamu cari jawabannya dalam teks bacaan? Nah, now is your time to review your understanding. Yup, sekarang kamu bisa melakukannya dengan membaca kembali secara sekilas apa yang sudah kamu baca sebelumnya. Setelah itu, kamu tinggal mencoba untuk menjawab daftar pertanyaanmu secara mandiri dengan mengacu pada teks yang telah kamu baca. Jika kamu berhasil menjawabnya dengan tepat, silahkan kembali melakukan aktivitas yang kamu suka, ya! Now we’re really done guys! Itulah lima cara memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat yang perlu kamu ketahui. Menurut penulis, menjadi mahir dalam memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat dan akurat bukanlah suatu kemampuan yang bisa kamu miliki hanya dengan satu kali membaca. Dalam hal ini, buatlah dirimu terbiasa membaca sejumlah teks berbahasa Inggris. Percayalah, kebiasaan ini akan membuka pintu masuknya banyak kosakata baru ke dalam pengetahuanmu. Berlatihlah setiap kali ada kesempatan membaca teks berbahasa Inggris. Lakukan dengan perlahan. Yang penting ketika merasa sulit, kamu cukup bernapas tenang, lalu lakukan beberapa cara di atas. Nantinya, kamu akan merasakan teks yang terlalu sulit pun tidak akan menghalangi proses memahamimu juga memiliki kemampuan membaca dengan lebih efektif. Kamu pun akan mulai membaca teks bahasa Inggris dengan lancar. Sampai berjumpa di artikel berikutnya! By the way, just in case you’re wondering about this, kelas English Academy bisa menjadi salah satu pintu yang akan mempertemukan kamu dengan banyak kosakata baru, loh. Tenang, proses memahami setiap kosakata baru tentunya akan ditemani oleh guru berpengalaman kamu yang paling setia. Tunggu apa lagi? Yuk, bergabung dengan kelas English Academy sekarang dan jadilah seorang jagoan! Sumber CIO Views Magazine, 2019. Quote by Bruce Lee. [image] Available at cioviewssocial/the-successful-warrior-is-the-average-man-with-laser-like-focus-bruce-lee-e50f8e18ea80 [Accessed 16 August 2021]. Geikhman, Y., Learning to Read in English 7 Hacks for Understanding Any Text. [online] FluentU. Available at [Accessed 13 August 2021]. Raga, S., 2017. 7 Tips for How to Read Faster and Still Understand What You Read. [online] MENTALFLOSS. Available at [Accessed 13 August 2021].
Setelah kamu lolos tahap interview yang pertama biasanya dengan bagian HRD, maka tahap selanjutnya adalah umumnya kamu harus menghadapi pertanyaan dari user. User adalah seseorang dari perusahaan yang akan bekerja secara langsung dengan kamu apabila kamu berhasil dipekerjakan. Biasanya user ini akan menjadi atasan, supervisor, team leader, atau seorang kepala divisi di mana kamu nantinya akan bekerja apabila diterima. Interview dengan user ini sangat penting, agar user tahu bagaimana karakteristik dan gambaran kemampuan orang yang nantinya akan bekerja langsung dengannya. Interview ini penting karena melalui interview dengan user ini berarti akan ada lebih besar kesempatan bagi kamu untuk lolos dan dapat diterima bekerja. Untuk menunjuang persiapanmu dalam mengikuti serangkaian interview terlebih dengan user, simak contoh pertanyaan interview yang sudah Glints rangkum untuk kamu! Contoh Pertanyaan Interview User 1. “Apa kamu sudah paham job description pekerjaan ini?” © Freepik Pertanyaan ini adalah pertanyaan bersifat umum yang paling penting. Seorang user ingin tahu apakah kandidat yang lolos dari tahap interview sebelumnya telah memahami apa job description dari pekerjaan yang dilamarnya. Untuk menjawab pertanyaan ini tergantung pada dua hal. Pertama, apakah kamu benar-benar memahaminya? Jika kamu memang sudah tahu, memahami, dan menguasainya, kamu hanya perlu menjelaskan dan memaparkannya kepada user untuk membuatnya yakin. Kedua, jika kamu tidak benar-benar yakin dengan apa yang sudah kamu pahami dengan jobdesc tersebut, kamu bisa mengakalinya dengan terlebih dahulu menjelaskan apa yang kamu pahami. Setelah itu, kamu bisa mengakhiri jawaban dengan pertanyaan untuk mengonfirmasi apakah ada hal yang tidak kamu ketahui dan jika ada kamu ingin mengetahuinya. Dengan begitu, user pasti akan lebih senang hati dalam menjelaskan jobdesc yang kemungkinan belum kamu ketahui. 2. “Bagaimana kamu menyelesaikan tugas dalam waktu singkat?” © Freepik Pertanyaan ini merujuk bagaimana kamu dapat bekerja dalam tekanan, serta apakah kamu bisa multitasking. Menurut Monster, kamu mungkin akan diberikan kondisi di mana kamu harus menyelesaikan banyak tugas di satu hari Melalui pertanyaan interview ini, user ingin tahu bagaimana cara bekerja kamu secara profesional. Dalam menjawab pertanyaan ini, penting bagi kamu mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki. 3. “Tim seperti apa yang akan membantumu bekerja?” © Freepik Tidak hanya ingin mengetahui karakter, profesionalisme, dan kemampuanmu, tetapi user juga tentunya ingin mengetahui bagaimana kamu bekerja dalam sebuah tim. Hal ini dikarenakan kesuksesan sebuah perusahaan serta kualitas pekerjaan juga sangat dipengaruhi oleh soliditas sebuah tim. Seorang user tentunya akan mencari seorang kandidat yang dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Kamu bisa menjawab pertanyaan interview user ini dengan menyebut bahwa kamu mengharapkan untuk bekerja sama dalam sebuah tim yang solid, kompak, mau menerima dan mendengarkan pendapat Selain itu, jelaskan juga jika kamu berharap memilki tim yang membantu dan membangunmu dalam berkembang serta membimbingmu apabila kamu berada dalam kesulitan. Dengan begitu, kamu dapat secara maksimal memberikan kontribusi pada tim terkait suatu pekerjaan. Selain itu, kamu juga bisa berkembang dan belajar banyak hal melaui bimbingan dari setiap anggota tim. Kamu juga bisa menambahkan bahwa kualitas suatu proyek atau pekerjaan serta kemajuan suatu perusahaan sangat ditentukan dengan soliditas sebuah tim. 4. “Apakah kemampuanmu terbatas pada yang kamu sebutkan?” © Shutterstock Seorang user pastinya mengharapkan seorang pekerja yang selalu mau belajar dan berkembang, tidak terbatas pada suatu tingkat tertentu. Terkadang, suatu pekerjaan atau proyek memaksamu untuk menguasai kemampuan yang sebelumnya tidak kamu miliki. Oleh karena itu user pastinya mengharapkan seseorang yang selalu mau belajar hal baru dan cepat beradaptasi akan lingkungan dan situasi yang terus-menerus berubah. Kunci dari jawaban akan pertanyaan ini adalah cara kamu untuk meyakinkan user bahwa kamu adalah seseorang yang cepat beradaptasi sesuai dengan lingkungan dan situasi yang fluktuatif serta selalu mau belajar hal baru. Agar user semakin yakin, kamu bisa menyisipkan pengalaman pekerjaan kamu sebelumnya yang relevan dengan pertanyaan interview ini. 5. “Apa contoh masalah yang dapat kamu selesaikan dalam pekerjaan ini?” © Pertanyaan ini akan merujuk secara spesifik pada pekerjaan yang kamu lamar. Melalui pertanyaan interview ini, user akan menguji seberapa dalam kamu memahami pekerjaan yang kamu lamar sehingga kamu bisa memberi contoh kasus serta bagaimana mengatasinya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk melalukan riset terdalam terkait kasus dalam pekerjaan yang akan kamu lamar ini. Sebagai contoh, kamu melamar sebagai digital marketing pada sebuah perusahaan. Maka contoh kasus yang dapat kamu berikan adalah bagaimana caranya menyusun marketing campaign melalui media sosial yang efektif. 6. “Mengapa saya harus menerima kamu?” © Freepik Dilansir dari Inc, pertanyaan ini cukup umum ditanyakan saat interview. Pertanyaan ini pada umumnya akan menutup sesi interview bersama user. Kamu harus bisa memberikan jawaban atas pertanyaan ini sebagai penutup yang mengesankan. Kamu dapat menjawabnya dengan menjelaskan bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan ini. Tunjukkan bahwa kamu dan perusahaan memiliki tujuan yang selaras dan dapat saling memberikan manfaat satu sama lain. Kamu bisa menambahkan bahwa kamu akan berkontribusi pada perusahaan melalui kemampuan dan kerja kerasmu. Jangan lupa sebutkan perusahaan dapat membantumu untuk terus berkembang dengan memberikanmu pelajaran dan pengalaman baru. Semoga rangkuman dari Glints ini akan lebih membantumu mempersiapkan diri untuk segala tahap pertanyaan interview user, ya! Jika kamu sudah siap, kamu bisa langsung melamar pekerjaan. Di marketplace lowongan kerja Glints, kamu bisa menemukan ribuan pekerjaan dari berbagai macam bidang. Tipe pekerjaan apa pun juga ada, mulai dari magang, part-time, full-time, bahkan sampai freelance. Yuk, buat akun profesionalmu dan kirimkan lamaranmu! 100 Potential Interview Questions 27 Most Common Job Interview Questions and Answers
Dunia kerja itu ada saja serba-serbi dan lika-likunya. Entah bagi yang baru mau kerja alias fresh graduate, ataupun yang sudah bertahun-tahun bekerja alias senior. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi, budaya, bahkan kondisi tak terduga seperti pandemi. Semuanya benar-benar mengubah dunia kerja jadi sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dari yang dulu bekerja di kantor, sekarang harus WFH. Dulu bisa lamar kerja modal IPK, sekarang perlu pengalaman organisasi dan portofolio. Belum lagi yang dulu saingan satu almamater untuk dapat kerja, sekarang saingannya bisa lulusan almamater luar negeri. Benar-benar berubah, kan? Itu kenapa, tak ada salahnya buat kamu untuk terus update info seputar dunia kerja. Biar kamu tetap siap dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan karir masa depan. Buat jaga-jaga juga supaya kamu nggak kena skenario terburuk seperti lay-off. Update kondisi dunia kerja ini bukan cuma buat fresh graduate ya. Tapi juga untuk siapapun dengan kondisi dan background apapun. Entah itu pejuang loker, freelancer, senior, manager, bahkan yang mau berubah karir sekalipun. Yuk, kita sama-sama bahas serba-serbi dunia kerja terkini! Mengenal Dunia Kerja Bagaimana Kondisinya Saat Ini? Bagi kamu yang belum lama bekerja, mungkin akan menganggap dunia kerja begitu-begitu saja. Namun nyatanya, kondisi kerja yang sekarang sudah jauh berbeda lho dari berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sekitar 50 tahun lalu, sebuah komputer seukuran satu ruangan hanya memiliki memori sebesar USB. Kini, laptop punya kapasitas ratusan kali lipat dan setiap orang wajib membawanya untuk kerja saat ini lebih peduli pada kesehatan mental. Makanya banyak kegiatan internal yang diadakan untuk memastikan karyawan betah dan bahagia. Misal outing, olahraga, nonton bareng, kerja juga lebih diperhatikan sekarang. Buktinya, setiap pekerja mendapatkan asuransi baik dari pemerintah maupun tahun 1950-an, ⅔ pasar tenaga kerja didominasi oleh laki-laki. Kini, lebih banyak perempuan yang bekerja. Bahkan persentase perempuan dan laki-laki hampir lebih banyak tempat kerja yang peduli pada work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan kerja dan bekerja jadi lebih fleksibel. Bukan cuma terbatas pada kerja full-time saja, tapi sekarang ada pilihan untuk jadi part-timer atau kondisi kerja ternyata bukan cuma ada di aspek teknologi yang digunakan. Tapi juga merembet ke hal-hal yang sifatnya lebih personal, seperti keamanan dan kesehatan mental. Tentu saja ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan ini. Mulai dari inovasi teknologi yang terus-menerus dilakukan, perubahan undang-undang, aktivisme pekerja, sampai dengan dampak globalisasi yang membuat dunia jadi lebih dekat. Namun, di antara semua faktor itu, tidak ada yang lebih dahsyat pengaruhnya daripada pandemi COVID-19. Konon, pandemi yang muncul sejak akhir tahun 2019 ini benar-benar mengubah kondisi kerja di seluruh dunia. Baca juga 15 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya Pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia anjlok sampai 5 persen, sebuah bukti kalau kita menghadapi krisis ekonomi terbesar di generasi ini. Kegiatan ekonomi seperti kunjungan ke berbagai tempat strategis seperti pasar, museum, cafe, dll di seluruh dunia anjlok sampai 60 persen. Di bulan Desember 2020, tercatat ada 15 juta penerbangan yang dibatalkan. Angka ini setara dengan 50 ribu penerbangan yang dibatalkan tiap harinya. Jelas saja kalau jutaan orang kehilangan pekerjaannya. Kalaupun tidak, banyak juga yang mendapat pengurangan jam kerja. Terutama orang-orang yang bekerja di sektor yang tak bisa dibawa ke ranah online seperti bisnis retail. Banyak perusahaan bertahan di kala pandemi dengan mengadaptasi berbagai teknologi, baik untuk kebutuhan internal maupun untuk berhubungan dengan mendorong 25 persen pekerja di seluruh dunia untuk berganti e-learning meningkat pesat di kala kerja remote atau WFH semakin diminati kerja menjadi lebih fleksibel. Tidak cuma opsi part-time atau by project, tetapi keleluasaan dengan jam kerja yang banyak perusahaan yang memperhatikan dan memprioritaskan kesehatan mental McKinsey, Guide2Research, Rockefeller FoundationMenariknya, di balik dampak negatif COVID-19 ini, kondisi kerja dengan basis online justru semakin jaya. Riset McKinsey menyebutkan bahwa pandemi mempercepat adaptasi kerja remote, jual beli online, dan penggunaan sistem otomatis AI. Hal ini juga lah yang mendorong 25 persen pekerja di seluruh dunia untuk berganti pekerjaan. Riset dari Pew Research Center juga menunjukkan hal serupa. Setidaknya 66 persen penduduk Amerika Serikat yang sedang tidak bekerja berencana untuk mengubah karirnya. Kebanyakan dari mereka ingin mengubah karir agar lebih mudah beradaptasi ke dunia kerja yang serba online. Sebagian lagi, ingin mengejar jenjang karir yang lebih jelas dan gaji yang lebih tinggi. Karena itu, orang-orang yang mau mengubah karir biasanya mengikuti berbagai program pelatihan online. Dan, hal ini pun terbukti dengan data yang menunjukkan bahwa berbagai pelatihan online semakin diminati. Tren Dunia Kerja Setelah Pandemi Pandemi COVID-19 benar-benar mengubah dunia ke arah yang tidak terduga. Kalau itu mah kita semua tahu. Lalu apa tren yang perlu kita waspadai setelah pandemi selesai? Simak penjelasan berikut ini. 1. Skill yang dibutuhkan berubah Masih menurut McKinsey, sekitar 100 juta orang perlu berubah karir akibat pandemi COVID-19. Orang-orang yang terdampak kebanyakan yang pendidikannya tidak sampai strata universitas, perempuan, dan bagian dari etnis minoritas. Perubahan karir semacam ini, jelas menguntungkan industri pendidikan. Sebab, untuk bisa benar-benar beralih karir, pastinya pekerja perlu mempelajari skill set relevan di bidangnya. Namun, kebutuhan untuk mempelajari skill baru ini bukan cuma karena perpindahan karir saja. Konon, pekerja di masa depan memang harus mempelajari skill baru untuk dapat bertahan di dunia karir. Jenis skill yang dibutuhkan pun sedikit berubah dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Ke depannya, skill yang melibatkan kepekaan sosial dan emosional semakin dibutuhkan dibandingkan skill yang membutuhkan kognisi dasar. Lalu, skill yang berhubungan dengan teknologi juga makin diminati dibandingkan skill yang membutuhkan tenaga fisik. Sebab, kognisi dasar dan tenaga fisik nantinya akan lebih banyak dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan dengan rentang gaji yang rendah. Sedangkan, pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus memerlukan skill emosional, sosial, dan penguasaan teknologi akan menawarkan rentang gaji yang jauh lebih tinggi. 2. Remote work Pandemi membuat kerja remote atau kerja virtual semakin banyak diminati. Buktinya, filter “Remote” di LinkedIn penggunaannya meningkat sampai hampir 60 persen sejak Maret 2019. Di seluruh dunia, jumlah lowongan pekerjaan yang menawarkan opsi remote juga meningkat 2,5 kali lipat. Tren semacam ini tentunya sangat menguntungkan, baik untuk pencari kerja maupun perusahaan. Di satu sisi, kamu bisa bebas memilih pekerjaan yang sesuai dengan kriteriamu dimanapun lokasinya. Bahkan, kamu punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan asing tanpa meninggalkan rumahmu. Di sisi lain, perusahaan bisa menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pekerja dengan kualifikasi terbaik dimanapun lokasinya. 3. Fleksibel Dunia kerja di masa depan juga relatif fleksibel dari sisi waktu. Bukan cuma karena pilihan sistem kerjanya yang banyak, seperti kerja part-time, freelance, project based, dsb. Pekerjaan yang sistemnya full-time pun juga ikut berubah. Setelah pandemi, kerja full-time tidak akan sekaku sebelum-sebelumnya. Beberapa perusahaan sengaja menerapkan sistem flexible working hours. Dengan sistem ini, karyawan bebas menentukan jam kerjanya sendiri. Hal yang terpenting adalah targetnya terpenuhi. Tidak sedikit juga perusahaan yang menerapkan sistem kerja empat hari. Ini dilakukan agar karyawan bisa bekerja secara efektif dan mendapatkan waktu libur yang lebih panjang. Menarik sekali, kan? Baca juga 11+ Rekomendasi Buku untuk Fresh Graduate 4. Work-life balance Akibat pandemi, perusahaan kini lebih memperhatikan kesehatan mental pegawainya. Bahkan 77 persen perusahaan di Amerika Serikat menganggap topik kesehatan mental menjadi isu prioritas. Alasannya, tentu sudah jelas. Pandemi tidak saja mempengaruhi kesehatan fisik orang tetapi juga kondisi mental. Terlalu lama tidak keluar rumah, bosan, tidak bisa bertemu dengan orang-orang terdekat, ditambah beban pekerjaan, jelas akan membuat orang stres. Jika perusahaan tidak ikut memperhatikan, sudah pasti perusahaan juga akan mendapatkan imbasnya. Terutama, karena karyawan menjadi tidak produktif dan tidak bisa memenuhi menghindari hal semacam itu, perusahaan kini lebih aktif memberikan fasilitas yang mendukung kesehatan mental karyawannya. Mulai dari akses ke psikolog secara gratis, acara sharing session dengan ahli kesehatan mental, dsb. Di samping itu, perusahaan juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendorong partisipasi karyawan. Mulai dari acara games, ngobrol bareng, nonton film, dsb. Ini dilakukan agar tiap karyawan tetap bisa berkomunikasi dengan nyaman dan tidak merasa kesepian. 5. Penggunaan AI dan teknologi lainnya Di masa pandemi dan setelahnya, penggunaan teknologi menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindarkan. Riset dari McKinsey menunjukkan kalau pandemi ini membuat adopsi teknologi lebih cepat 7-10 tahun dari yang diperkirakan. Teknologi yang dipakai pun beragam. Mulai dari yang digunakan untuk kebutuhan internal dan komunikasi kantor Slack, Zoom, Asana, dll, keamanan data LastPass, ESET Security, VPN, dll, otomatisasi komunikasi dengan pelanggan Intercom, WhatsApp Business, dan sebagainya. Jadi jangan kaget kalau di interview kerja kamu ditanya, “apakah kamu familiar dengan program X?” Karena kemungkinan besar perusahaan akan mencari karyawan yang sudah berpengalaman dengan suatu program. Pekerjaan yang Semakin Diminati Setelah Pandemi Pandemi menyebabkan banyak orang berpikir ulang tentang pilihan karirnya. Nah, kalau kamu salah satunya, bisa nih beralih ke karir yang peluangnya cukup menjanjikan. Software developer ━ mengembangkan dan memperbaiki software. Bekerja untuk membantu infrastruktur IT milik perusahaan berkembang. Gaji di entry level mulai dari Rp11 manager ━ mengelola jaringan dan keamanan data, melakukan perbaikan software dan sistem, melakukan audit, dll. Gaji mulai dari Rp13 security specialist ━ mengamankan sistem dan data yang ada di perusahaan, membuat rencana penyelesaian masalah semisal data kena hack, dll. Gaji mulai dari Rp9 marketer ━ mempromosikan produk dan layanan perusahaan lewat berbagai channel digital. Mulai dari website, SEO, SEM, email marketing, dsb. Gaji mulai dari Rp8 scientist ━ menganalisis data mentah menjadi insight yang dapat berguna untuk pengambilan keputusan perusahaan. Gaji mulai dari Rp12 juga Ingin Tahu Jawaban Terbaik untuk Alasan Melamar Pekerjaan? Cek di Sini! 5+ Hard Skill dan Soft Skill yang Dibutuhkan dalam Dunia Kerja Sampai di sini, kamu sudah cukup update dengan kondisi dunia kerja saat ini. Lalu, bagaimana caranya kamu bisa beradaptasi dan bertahan? Update skill jawabannya! Ini beberapa skill wajib yang perli kamu kuasai. 1. Mencari kerja Lho kok mencari kerja termasuk skill, sih? Kamu nggak salah baca kok. Mencari kerja juga termasuk skill wajib yang perlu kamu kuasai. Sebab, rata-rata orang seumur hidupnya akan berganti pekerjaan setidaknya 12 kali. Tidak sedikit bahkan yang berencana untuk berpindah haluan karir. Entah karena mengejar kenaikan gaji, jabatan, ataupun memang karena berubah ketertarikan. Kalau sekarang belum terpikir sampai ke sana… ya mungkin suatu saat kamu akan kepikiran. Anyway, poinnya adalah… kamu perlu terus update tentang tren dan kondisi pasar dunia kerja. Entah itu dengan memantau postingan-postingan LinkedIn, ngikutin tips dan trik untuk menjalin koneksi, familiar dengan proses dan model perekrutan di perusahaan, ikut workshop dan seminar, dsb. Oh ya, jangan lupa juga untuk cicil update CV atau resume kamu. Jaga-jaga aja daripada ketika butuh kamu bingung dan panik buat updatenya. 2. Percaya diri dengan skill yang kamu miliki Kepercayaan diri adalah modal penting untuk tetap bertahan di dunia kerja. Kenapa? Sebab, dengan rasa percaya diri kamu akan lebih dipercaya oleh bos dan sesama rekan kerja. Dari situ, kamu akan dipercaya untuk terlibat dalam berbagai proyek yang bisa mengembangkan skill dan kepribadianmu. Dalam jangka panjang, kamu akan belajar bagaimana menggunakan kepercayaan dirimu itu untuk mempengaruhi orang lain. Apalagi, kalau kamu memang punya skill yang mumpuni. Ini semua akan membantumu itu sampai di posisi tinggi dalam perusahaan. Nah, masalahnya bagaimana kalau kamu merasa kurang pede? Beberapa tips di bawah boleh lah kamu coba Fokus ke dirimu sendiri ━ abaikan hal negatif yang ada di kantor, seperti gosip, politik kantor, dan obrolan tidak produktif. Lebih baik fokus ke dirimu dan tugas yang kamu kelebihanmu ━ cari tahu apa yang bisa kamu lakukan lebih baik daripada orang lain. Ketika kamu terus-menerus melakukannya, orang lain akan menyadarinya dan menjadikanmu sebagai kekuranganmu ━ jika ada kekurangan yang membuatmu tidak pede, jangan terlalu dibawa stres atau malah dijadikan alasan untuk tak melakukan sesuatu. Belajar lah untuk mengatasi dan memperbaiki kekurangan pada dirimu sendiri ━ percaya bahwa dirimu bisa berhasil dan menyelesaikan berbagai tantangan di dunia pencapaianmu ━ jadikan catatan ini sebagai pengingat kalau kamu lagi down. Bisa juga dijadikan bukti bahwa kamu memang kapasitas dan jago di dirimu sendiri ━ sengaja ambil proyek yang menantang. Kalau kamu bisa menyelesaikannya dengan baik, rasa percaya dirimu pasti akan feedback dari orang lain ━ feedback dari orang lain membantumu melihat kelebihan dan kekurangan yang sering kali luput. Feedback juga membantumu untuk lebih fokus melakukan sesuatu untuk memperbaiki tips di atas membantumu meningkatkan skill percaya diri ya! Baca juga Ingin Tahu Jawaban Terbaik untuk Alasan Melamar Pekerjaan? Cek di Sini! 3. Menampilkan diri dalam wawancara dan di tempat lain Skill yang satu ini jangan sampai kamu remehkan ya. Kemampuan untuk menampilkan diri secara baik di berbagai situasi itu benar-benar investasi lho! Dengan modal satu ini, kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu mau. Mulai dari karir impian, koneksi dan jejaring yang kuat, sampai dengan berbagai kesempatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Lalu, bagaimana cara untuk bisa menampilkan diri dengan baik? Simak tips berikut ya Perhatikan penampilan dan kebersihan diri ━ pastikan kamu rapi, bersih, berpakaian sepantasnya, dan menggunakan wewangian yang tidak gestur yang menunjukkan kamu gugup ━ jangan hindari kontak mata dengan lawan bicara, membungkuk, sering menyentuh rambut, atau membunyikan sendi gestur yang percaya diri ━ bicaralah dengan jelas dengan volume yang bisa didengar, beri jawaban yang elaboratif tidak sekadar ya, tidak, mungkin, dan hindari nada ragu-ragu. Jangan pernah menginterupsi omongan lawan bicara dan jangan meremehkan kemampuan dirimu empati dan caramu memperlakukan orang lain ━ baiklah kepada orang-orang sekitar resepsionis, waitress, dll, hindari kritik berlebih ke perusahaan sebelumnya, ucapkan terima kasih setelah interview dan kirim thank-you email sifat-sifat yang membuat orang lain tidak tertarik ━ misalnya seperti arogan, malas, tidak menepati janji, suka mengeluh, tidak jujur, tidak bertanggung jawab, melanggar aturan, tidak antusias, tidak stabil, tidak sopan, dan kurang juga 15 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya Gimana? Sekarang sudah lebih paham do & don’ts ketika menampilkan diri kan? Nah, masih ada tiga skill lagi yang perlu kamu kuasai. Yuk lanjut! 4. Asertif dan mau mengambil tindakan Jadi asertif dan punya inisiatif itu nggak kalah penting ketika kamu mau berkarir. Sebaliknya, kalau kamu malu-malu dan menunggu disuruh untuk melakukan sesuatu, bisa jadi malah karirmu nggak bakal tahan lama. Bukan cuma stres dan burnout sendirian, kamu juga jadi terhambat buat berkembang dan dapetin promosi yang kamu idam-idamkan. Eits, jadi asertif nggak sama seperti bossy atau agresif lho. Kamu tetep bisa jadi pribadi yang hangat dan ramah kok untuk jadi orang yang asertif. Terus gimana sih biar bisa jadi asertif? Gini lhoo caranya… Sadari kelebihan dan nilaimu ━ jangan anggap keberhasilanmu sekadar dari keberuntungan. Sadari kalau kamu memang punya kelebihan yang bisa kamu kontribusikan ke apa yang jadi hakmu ━ cari tahu apa saja hal yang memang sudah seharusnya kamu dapatkan dan lakukan. Entah dari company value, peraturan, sampai deskripsi kerjamu. Asal kamu melakukan hal sesuai dengan semua itu, tak perlu takut dengan omongan orang. Kenali batasanmu ━ pahami hal apa saja yang jadi batasanmu ketika bekerja. Misal, kerja di luar jam kantor, dapat tugas di luar job desk utama, dihubungi ketika sedang cuti, dsb. Sebisa mungkin tolak hal-hal yang menurutmu mengganggumu. Karena kalau tidak, kamu bisa stres dan kelihatannya gampang, untuk benar-benar jadi asertif kamu terus berlatih. Jangan bosan-bosan untuk terus menerapkannya di kehidupan sehari-hari karirmu. 5. Menetapkan tujuan & targetmu Namanya juga bekerja dan meniti karir, aneh juga rasanya kalau nggak bicara tentang tujuan dan target. Faktanya, ini juga jadi skill penting untuk dikuasai. Bukan cuma untuk memenuhi target perusahaan, tapi juga untuk perkembangan karirmu sendiri. Sayangnya, kebanyakan orang sering sulit untuk menentukan tujuan dan targetnya sendiri. Alasannya mungkin karena di awal terlalu ambisius menaruh target. Jadi, ketika itu tidak tercapai, mereka terlanjur kecewa dan tidak mau membuat target lagi. Padahal,bahaya juga kalau kamu menjalankan sesuatu tanpa target. Bisa jadi kamu kurang semangat, tidak termotivasi untuk memberikan yang terbaik, dan sulit untuk mengembangkan karir. Kamu mungkin sedang merasa begitu? Nah, makanya kamu perlu memastikan tujuan dan target yang dibuat sudah masuk ke beberapa kriteria ini Spesifik ━ jangan buat target yang sifatnya terlalu umum, misal “sukses” atau “berhasil”. Definisikan targetmu sespesifik mungkin. Terukur ━ buat targetmu bisa diukur agar memudahkanmu mengevaluasinya. Misalnya, berikan deadline atau target angka yang ━ buat target untuk sesuatu yang memang kamu lakukan, nggak aksinya ━ untuk setiap target, sertakan juga hal apa yang perlu kamu lakukan untuk tips di atas, kamu perlu pastikan juga kalau tujuan dan targetmu itu sifatnya positif ya! Misalnya, jangan jadikan “harus pindah kerja” sebagai targetmu karena konotasinya negatif. Sebaliknya, coba ganti dengan yang positif seperti “mendapatkan peluang karir baru”. Dengan begitu, kamu pun lebih semangat dan senang ketika mengejar target. Okay? 6. Bertanya dan meminta bantuan saat dibutuhkan Dahimu mungkin berkenyit ketika membaca skill yang satu ini. Lagi-lagi kamu nggak salah baca, kok. Meminta bantuan itu hal yang lumrah dan bukan tanda kalau kamu lemah. Konon, kamu justru berani karena menunjukkan kalau dirimu tidak tahu dan mau belajar. Dengan cara yang tepat, skill ini bisa membawa karirmu melesat. Itu kenapa tanya dan minta bantuan tidak boleh sembarangan dilakukan. Kalau sembarangan, jatuhnya bakal kelihatan annoying. Jadi, ikutin triknya ya, sob! Coba usaha dulu, baru tanya ━ sebelum bertanya, usahakan kamu sudah semaksimal mungkin mengerjakan tugasmu. Lalu, jelaskan langkah yang sudah kamu ambil ke orang yang kamu tanyai. Ini akan menunjukkan kalau kamu punya inisiatif dan memang tertarik untuk belajar. Tanyakan sesuatu yang spesifik ━ pertanyaan yang kelewat umum biasanya takkan memberikanmu insight apa-apa. Makanya, tanyakan sesuatu yang spesifik. Misal, cara berpikir dan pertimbangan ketika melakukan sesuatu, cara menyikapi skenario tertentu, hubungan yang hangat ━ bangun hubungan yang hangat dan tidak “fake” dengan rekan kerjamu. Siapa tahu kamu diberi kesempatan untuk terlibat di proyek yang lebih serius. Apa malah, ia bersedia menjadi mentor kira-kira semua softskill dunia kerja yang wajib kamu punya. Sekarang kita lanjut ke serba-serbi dunia kerja yang banyak orang kurang tahu. Apa itu? Yuk lanjut baca! Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Dunia Kerja Langsung aja cuss baca untuk tahu pendapat “orang dalam” tentang dunia kerja. 1. Perusahaan dan pencari kerja punya sudut pandang beda tentang loker Pernah ngalamin ketika lamaran kerjamu dicuekin HR perusahaan? Tidak ada kabar sampai berminggu-minggu lamanya? Nah, ini sebenarnya adalah salah satu bukti perbedaan antara perusahaan dan pencari kerja dalam melihat loker. Kebanyakan pencari kerja menganggap loker itu bisa diandalkan. Asal kirim CV dan resume saja pasti aman. Karena mereka menganggap dua dokumen itulah yang jadi penentu seseorang diterima bekerja atau tidak. Padahal, proses perekrutan bagi perusahaan tidak sesimpel itu. Selain menerima CV dan resume, perusahaan sebenarnya sengaja menggunakan beberapa pintu rekrutmen sekaligus. Misalnya Koneksi dan rekomendasi ━ perusahaan lebih menyukai kandidat yang mereka kenal atau minimal mendapatkan rekomendasi dari orang yang mereka kenal. Bagi perusahaan, ini akan lebih aman daripada mempekerjakan orang yang tidak mereka kenal sama terlibat di pekerjaan sebelumnya ━ perusahaan juga lebih menyukai orang yang pernah terlibat dengan mereka sebelumnya. Entah itu dari proyek freelance, kerja part-time, konsultan, dsb. Sebab, dari sini perusahaan sudah memahami bagaimana portofolio ━ kalau tidak punya koneksi dan belom sempat berhubungan dengan perusahaan, jalur lain yang memungkinkan adalah portofolio. Jadi, performa dan kapasitasmu dibuktikan dengan hasil pekerjaan yang adanya jalur-jalur tersembunyi macam ini, jelas saja CV dan resume tidak lagi jadi dokumen sakti. Sebaliknya, untuk dapat pekerjaan kamu jadi harus pintar-pintar membangun jejaring. Minimal, dari rekan kerjamu yang dulu-dulu. Disarankan juga buat kamu ikutan magang, melamar jadi pegawai kontrak, ataupun kerja part-time. Dengan begitu, kamu bisa peluangmu untuk diterima kerja full-time juga lebih besar. Jangan lupa juga untuk perbanyak portofolio. Apapun bidang pekerjaanmu. Percayalah, ini bakal jadi investasi yang membedakan kamu dengan ribuan pencari kerja di luar sana. 2. Ekspektasi antara perusahaan dan pencari loker berbeda Di samping cara mendapatkan pekerja yang berbeda, ekspektasi antara perusahaan dan pencari kerja itu berbeda. Pertama, kamu mungkin menganggap proses rekrutmen itu “begitu-begitu aja”. Cukup kirim CV dan resume. Kalau cocok ya dipanggil wawancara, kalau enggak ya terima aja. Hehe. Padahal, bagi perusahaan, memasang loker adalah “Hunger Games” untuk mencari calon pekerja terbaik. Jadi, semisal kamu belum keterima kerja, bukan berarti kamu nggak punya kapasitas. Bisa jadi, ada kandidat lain yang memang lebih cocok untuk perusahaan. Kedua, kebanyakan pencari kerja berharap perusahaan yang akan menawari pekerjaan. Padahal, kenyataannya hanya sedikit sekali kasus yang seperti itu. Jika pun ada, posisi yang ditawarkan pun biasanya sangat teknis. Misalnya, software engineer, developer, cyber security, sysadmin, dsb. Jadi, selama posisi yang kamu incar bukanlah teknis, jangan ragu untuk jadi yang aktif mencari peluang karir. HR perusahaan juga akan sangat berterima kasih padamu karena mempermudah pekerjaannya. Ketiga, kebanyakan menganggap pengalaman kerja adalah satu-satunya yang dipertimbangkan HR ketika rekrutmen. Padahal, perusahaan itu menilai keseluruhan hal tentang dirimu. Mulai dari bagaimana kamu menampilkan diri di sosmed, penampilanmu, bagaimana kamu menjawab pertanyaan di interview, dsb. Keempat, pencari kerja berharap dikabari HR ketika dokumen resume atau CV-nya diterima. Terutama kalau mereka melamar dari website resmi perusahaan atau LinkedIn pribadi HR. Kenyataannya, HR menerima ratusan bahkan ribuan dokumen yang sama dari pencari kerja lainnya. Jadi, mereka tidak akan sempat membalas satu per satu. Itu mengapa, kamu tidak perlu overthink dan baper. 3. Waktu mencari loker tidak bisa diprediksi Ada banyak faktor yang menyebabkan waktu pencarian kerja tidak bisa diprediksi. Beberapa faktor yang bisa dijelaskan antara lain Tingkat persaingan yang tinggi untuk posisi dengan skill kompleks dan gaji yang besar. Proses dan waktu tunggunya bisa dengan kompetensi rendah dan gaji rendah biasanya diproses sangat cepat. Perusahaan belum menemukan kandidat yang masalah internal sehingga proses perekrutan waktu akibat tanggal merah, cuti, dan event yang menyulitkan waktu faktor-faktor yang sangat dipengaruhi perusahaan, ada faktor yang disebabkan oleh pencari kerjanya sendiri. Misal, tidak bisa menunjukkan skill yang dibutuhkan, tanggungan keluarga dan pendidikan, masalah kesehatan, sampai masalah transportasi. 4. Waktu bekerja di satu perusahaan biasanya tidak lama Berbeda dengan orang tua kita yang bisa bekerja di satu tempat hingga belasan atau puluhan tahun, generasi sekarang cenderung suka untuk berpindah-pindah perusahaan. Menurut survey, sebanyak 93 persen pekerja usia 18-24 tahun bekerja kurang dari lima tahun di sebuah perusahaan. Tren yang sama juga ditunjukkan oleh pekerja yang usianya lebih tua. Sebanyak 36 persen pekerja usia 35-44 tahun mengaku bekerja di suatu perusahaan kurang dari setahun. Sisanya, yaitu 74 persen, bekerja kurang dari lima tahun. Lagi-lagi ada banyak faktor yang menyebabkan hal macam ini terjadi. Pekerja yang memutuskan untuk bekerja lama di suatu perusahaan bisa disebabkan karena kewajiban untuk mengurus keluarga, peluang beralih karir yang terbatas, sampai dengan kesulitan untuk belajar skill yang dibutuhkan untuk berpindah karir. Di sisi lain, mereka yang lebih suka berpindah-pindah juga memiliki pertimbangannya sendiri. Misal, mereka lebih menyukai proyek jangka pendek agar lebih fleksibel. Part-time job agar punya hidup yang seimbang atau ingin sambil fokus berbisnis. 5. Sebenarnya kita selalu mencari loker Karena waktu bekerja di suatu perusahaan makin pendek, sebenarnya kita ini ada di posisi selalu mencari pekerjaan lho. Entah disengaja dengan mengirimkan CV dan resume ke berbagai job portal, ataupun yang tidak disengaja seperti ditawari pekerjaan dari pesan LinkedIn. Itu kenapa, skill mencari pekerjaan jadi modal wajib untuk bertahan di dunia kerja. Jadi, sewaktu-waktu ada kesempatan, kamu bisa memanfaatkannya dengan baik. 6. Kebanyakan proses loker beralih ke online Dengan perkembangan teknologi yang makin canggih, tidak perlu heran lagi kalau proses mencari kerja akan beralih ke online. Itu mengapa, kamu perlu familiar dengan berbagai hal online yang kamu hadapi. Misal, untuk mencari kerja kamu sudah harus familiar dengan berbagai platform online yang tersedia. Mulai dari LinkedIn, JobStreet, Glints, Kalibrr, dan sebagainya. Kamu juga bisa menjalankan personal branding di berbagai media sosialmu. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, sampai Pinterest agar kelihatan lebih pantas ketika di-kepo oleh HR. Lalu, akan sangat membantu juga kalau kamu mulai berkenalan dengan berbagai tools yang mendukung pekerjaan. Misalnya, Trello atau Asana untuk memanajemen proyek atau tugas, Zoom untuk video call, Discord untuk chat dan komunikasi. Semakin familiar kamu dengan berbagai teknologi ini, tentu saja peluangmu jadi lebih besar. Kamu bisa dihubungi lewat mana saja. Pun, kamu juga terlihat lebih adaptif dengan dunia kerja. Mantap, bukan? Jadi, Sudah Siapkah Kamu Terjun ke Dunia Kerja? Akhirnya, sampai juga kita di akhir artikel ini. Dari bacaan ini, kamu jadi tahu kalau dunia kerja ikut berubah akibat pandemi. Biar tidak lupa, ini dia beberapa poin penting yang perlu kamu catat Dunia kerja berubah menjadi lebih fleksibel dengan adanya remote work, tren work-life balance, dan penggunaan berbagai teknologi karir yang menjanjikan ada di sektor IT. Mulai dari software developer, IT security specialist, digital marketer, sampai data yang dibutuhkan untuk bekerja juga makin beragam. Mulai dari pencari kerja itu sendiri, menampilkan diri, menjadi asertif, menetapkan tujuan dan target, serta kemampuan untuk minta banyak perbedaan mindset antara pencari kerja dan perusahaan. Perbedaan ini perlu kamu pahami agar bisa menyesuaikan dengan permintaan Itu dia semua serba-serbi dunia kerja yang wajib kamu tahu. Harapannya kamu sudah bisa mengenal dunia kerja dengan lebih dalam dan mantap melanjutkan perjalanan karir selanjutnya. Jadi, sudah lebih siap kan sekarang?
Melihat kehidupan orang lain yang sering dipamerkan di media sosial, terkadang membuat kita jadi iri. Kehidupan mereka seolah sempurna dengan ditunjukkannya bisa pergi keliling dunia, makan enak setiap harinya, dan juga berpesta hampir setiap malam. Kemudian tanpa sadar kita jadi membandingkan dengan kehidupan kita sendiri yang masih tertatih untuk bisa berdiri sendiri. Rasanya begitu timpang, tak hati, kamu juga kerap mempertanyakan kebijakan Tuhan. Kenapa mereka diberikan kehidupan yang begitu nyaman sementara kamu perlu banting tulang untuk demi sebuah pekerjaan. Namun, kehidupan tak selalu seperti apa yang kamu bayangkan. Sebelum beranggapan bahwa kehidupan orang lain selalu yang lebih baik, hal-hal ini harus kamu pahami dengan baik Kehidupan mereka memang mungkin terlihat mudah. Namun ada hal yang tak semenyenangkan yang kamu kiraMelihat mereka yang memiliki segalanya, seakan kehidupan selalu mudah mereka jalani. Tak seperti kamu, yang setiap harinya berjuang bangun pagi, agar tak ketinggalan bis yang biasa kamu tumpangi. Atau mereka yang sering mengunggah foto berlibur ke berbagai kota dan negara, sementara kamu bisa bertahan hingga akhir bulan saja sudah merasa bersyukur sekali. Sekalipun tak pernah berharap uang lebih untuk sayangnya hidup tak selalu seperti yang kamu kira. Begitu juga dengan kehidupan mereka, yang bisa saja tak sebahagia yang kamu kira. Mereka yang kamu anggap hebat dengan pekerjaan menterengnya, bisa jadi adalah orang yang hampir tak punya waktu luang. Tentunya ada perjuangan berat yang harus mereka jalani sebelum memiliki kehidupan mereka yang sekarang. Dan mungkin kamu belum sampai pada tahap itu. Sekarang waktunya kamu berjuang Sekalipun kini mereka ada di atas, perjuangan yang mereka hadapi juga berlikuDalam setiap keberhasilan, jelas ada proses di belakangnya yang tak pernah mudah. Kalau kamu menganggap kehidupan yang sempurna tersebut didapat dengan cuma-cuma, maka kamu salah besar. Perjuangan berliku jelas mereka pernah lewati. Bedanya mereka berhasil melewati itu semua dengan sukses. Itulah mengapa sekarang mereka menikmati hasil jerih payah yang dulu mereka perjuangkan kamu belum berjuang seberdarah-darah itu, jangan coba untuk membandingkan kehidupanmu sekarang dengan milik orang lain. Karena bagaimanapun hal tersebut tak akan bisa sebanding. Sebab mereka sudah melewati berbagai cobaan, sementara kamu baru memulai tapi sudah banyak mengeluh. Jika begini terus, jangan harap bisa mendapatkan kehidupan yang kamu Kadang kamu sendiri malah tak menyadari, banyak orang bermimpi memiliki kehidupanmu saat iniMenilik kehidupan orang yang sudah mapan dan serba berkecukupan memang menyenangkan. Rasanya mereka tak memiliki beban untuk ditanggung. Berbanding terbalik dengan kehidupanmu, dimana beban seakan tak ada habisnya. Kehidupan seperti tak adil mengeluh dengan apa yang sudah kamu dapatkan. Tak pernahkah kamu memandang ke bawah, pada orang-orang yang untuk makan kenyang sehari tiga kali saja susah atau pada mereka yang sampai detik ini menganggur tanpa pekerjaan. Kehidupan seperti kamu yang jadi impian mereka, dan kamu malah mengapa tak baik bila terlalu sering menengok ke atas, kamu akan lupa bersyukur dengan segala pencapaianmu saat ini. Hanya tak kamu sadari, kehidupanmu jauh lebih beruntung daripada banyak orang Iri dengan mereka tak akan membuat kehidupanmu berkembang, justru banyak waktumu terbuangKetimbang sibuk membandingkan hidupmu dengan orang lain yang menurutmu lebih sempurna, bukankah lebih baik kamu berjuang untuk kehidupanmu sendiri? Agar setidaknya kamu punya kehidupan yang bisa kamu banggakan pula. Kalau terus-terusan meratapi hidupmu yang tak seburuntung orang lain, justru kamu akan kehilangan waktu yang sebenarnya bisa kamu gunakan untuk membenahi Dan pada kenyataannya, definisi kebahagiaan tiap orang juga berbeda. Hidupmu juga bisa berbahagia dengan caramu sendiriDefinisi kebahagiaan tak selalu berhubungan dengan kekayaan melimpah dan bisa hidup hura-hura sepuasnya. Dan definisi kebahagiaan tiap orang juga berbeda, ada yang bahagia bila bisa puas traveling ke seluruh penjuru dunia, ada yang sudah bisa bahagia hanya dengan berkumpul dengan keluarga setiap juga seharusnya harus bisa membuat definisi bahagiamu sendiri. Tanpa melihat standart bahagia milik orang lain. Karena menjadi bahagia seharusnya adalah hal yang paling privat dari itu bukan menjadi seperti orang lain, tapi bahagia itu bila kamu bisa tersenyum bangga pada dirimu lagi merasa iri dengan kehidupan mereka yang kerap kamu lihat di media sosial, karena kamu juga memiliki hidup yang sama baiknya. Memang tak bergelimang harta, tapi kamu tak pernah merasa kekurangan kasih sayang. Dan kamu patut bersyukur atas hal itu di sepanjang hidupmu.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Teman-teman pasti sudah sering menemukan kalimat "Gunakanlah bahasa yang baik dan benar!" entah saat membaca buku panduan jitu untuk menulis atau ketika guru memberi tugas menulis paper. Nah, sebetulnya apa yang membuat suatu tulisan atau ucapan dapat disebut 'sudah memenuhi kriteria bahasa yang baik dan benar'? Apakah bahasa yang baik dan benar adalah sama dengan ragam bahasa formal?Jika teman-teman masih memahami bahasa yang baik dan benar sebagai bahasa formal, well sebetulnya anggapan tersebut kurang tepat. Nyatanya, bahasa yang baik lebih erat kaitannya dengan level interaksi sosial sesama manusia. Maksudnya, manusia kan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan cara berbicara tergantung situasi, kondisi, serta siapa lawan bicaranya. Jika bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan sikon dan kedudukan lawan bicara, barulah penggunaan suatu bahasa dapat dikatakan memenuhi kriteria bahasa yang baik. Perhatikan contoh percakapan seorang tukang sayur dengan pembelinya berikut Gambar ilustrasi tukang sayur dengan pembeli/Dokpri Dialog 1 Ibu Nani “Bang, bayam seikat berapa, ya?”Tukang Sayur “Tiga ribu aja, Bu. Murah.”Dialog 2Ibu Nani “Apakah seikat bayam masih tersedia? Kalau masih, berapa harganya?” Tukang Sayur “????”Dari kedua contoh dialog di atas, anehnya tukang sayur merasa kebingungan dengan pertanyaan Ibu Nani walaupun ilokusioner maksud dan/atau tujuan dari perkataan Ibu Nani terlihat jelas. Mengapa demikian? Jawabannya, bahasa yang digunakan oleh beliau bukan merupakan bahasa yang baik karena mengabaikan sikon dan kedudukan lawan bicara. Dalam laras jual-beli, kita diharapkan untuk menggunakan bahasa yang santai dan to the point alias tidak bagaimanakah ketentuan bahasa yang benar? Berbeda dengan kriteria bahasa yang baik, sebuah kalimat dapat disebut memenuhi bahasa yang benar jika susunan kalimatnya sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Kaidah kebahasaan yang dimaksud adalah pemilihan kata, penggunaan konjungsi, penggunaan imbuhan, hingga penggunaan tanda baca. Untuk lebih jelasnya, silakan bandingkan dua contoh wacana berita di bawah ini 1 2 Lihat Bahasa Selengkapnya
apa yang sudah kamu pahami dengan baik